Bangunan dalam model 3D game retro sangat tajam terutama karena perangkat keras retro mengandalkan jumlah poligon yang rendah dan tekstur pixel art yang memprioritaskan tepi yang jelas dan terdefinisi daripada kelembutan yang realistis.
Jumlah poligon yang rendah berarti lebih sedikit permukaan. Tepi-tepinya tetap tajam alih-alih menyatu. Tekstur pixel art (terbuat dari piksel yang berbeda) menambahkan garis-garis tajam yang menonjol di layar lama, membantu pengembang membuat bangunan yang dapat dikenali meski dengan daya pemrosesan yang terbatas.
Cobalah game klasik seperti *Super Mario 64* atau *GoldenEye 007*: perhatikan bagaimana tepi bangunan tetap tajam bahkan dari jarak dekat, karena geometri sederhana dan tekstur piksel menghindari kelunakan model high-poly modern.

