Sistem 3D yang sangat otomatis menghadapi tantangan produksi utama: kesenjangan integrasi alur kerja, keterbatasan alat teknis, dan pengawasan manusia yang berkurang.
Pertama, masalah integrasi alur kerja. Ketidakcocokan kompatibilitas antara alat desain berbasis AI, perangkat lunak pemodelan, dan printer robot sering menyebabkan kesalahan transfer data, yang mengakibatkan ketidakakuratan model atau penundaan produksi.
Kedua, keterbatasan teknis. Sistem otomatis mungkin kesulitan dengan geometri yang kompleks.
Ketiga, pengawasan yang berkurang. Ketergantungan yang berlebihan pada otomatisasi meminimalkan pemeriksaan manual, sehingga membuat deteksi dini kesalahan menjadi sulit.

