FDM (Fused Deposition Modeling) adalah proses pencetakan 3D yang membangun model melalui ekstrusi berlapis dari filamen yang meleleh, sedangkan PLA (Polylactic Acid) adalah bahan termoplastik yang dapat terurai secara hayati yang digunakan sebagai filamen dalam printer FDM.
Perbedaan utamanya: FDM mengacu pada **bagaimana model tersebut dibuat** (metode pencetakan), dan PLA mengacu pada **dari apa model tersebut terbuat** (plastik ramah lingkungan berbasis tanaman). FDM dapat menggunakan bahan lain (seperti ABS atau PETG), tetapi PLA merupakan pilihan FDM populer karena kemudahan pencetakan, rendahnya tingkat lengkungan, dan keberlanjutannya.
Untuk pemula, PLA dengan printer FDM sangat ideal. Sifatnya yang mudah dimaafkan berarti lebih sedikit pengaturan (seringkali tanpa tempat tidur yang dipanaskan) dan lebih sedikit cetakan yang gagal, sempurna untuk belajar.

