Pemodelan high-poly menciptakan model 3D dengan jumlah poligon yang besar untuk detail ekstrem, sedangkan low-poly menggunakan lebih sedikit poligon untuk kesederhanaan dan efisiensi. Perbedaan utama terletak pada fokus detail dan skenario aplikasi.
High-poly memprioritaskan kesetiaan visual, dengan poligon padat yang menangkap detail halus.
Low-poly menekankan performa, dengan poligon yang jarang mengurangi beban rendering. Ini cocok untuk aplikasi real-time: video game (frame rate yang halus), AR/VR (interaksi tanpa lag), atau aplikasi seluler (loading cepat).
Pilih high-poly untuk proyek hyper-realistis, non-interaktif; low-poly untuk karya 3D interaktif yang sangat menuntut performa.

