Solusi 3D AR umumnya memiliki risiko adopsi yang lebih rendah daripada solusi 3D VR, terutama karena perbedaan dalam persyaratan perangkat keras, kompleksitas pengaturan, dan keakraban pengguna.
AR sering memanfaatkan perangkat yang sudah ada seperti smartphone, menghilangkan kebutuhan akan perangkat keras khusus yang mahal dan mengurangi investasi awal.
Sebaliknya, VR biasanya membutuhkan headset khusus dan terkadang sensor tambahan, meningkatkan kompleksitas pengaturan dan hambatan teknis bagi pengguna.
Selain itu, AR menempatkan konten digital di atas dunia nyata, sejalan dengan kebiasaan pengguna perangkat sehari-hari, sedangkan VR sepenuhnya membenamkan pengguna dalam lingkungan virtual, yang mungkin terasa kurang intuitif pada awalnya.
Faktor-faktor ini, biaya yang lebih rendah, pengaturan yang lebih sederhana, dan tingkat keakraban yang lebih tinggi, membuat solusi AR 3D lebih mudah diadopsi dibandingkan VR.

