Sketsa sering mengarah pada model 3D yang terdistorsi dalam pemodelan AI karena AI kesulitan dengan isyarat 2D yang ambigu (seperti garis yang tidak konsisten atau bentuk yang tidak lengkap) atau kurangnya data pelatihan yang sesuai dengan gaya/konteks sketsa tersebut.
Sketsa mengandalkan petunjuk kedalaman dan proporsi yang implisit. AI mungkin salah menafsirkan hal-hal ini, seperti garis yang goyah yang dianggap sebagai permukaan melengkung, bukan tepi lurus. Pelatihan terbatas pada sketsa serupa juga menyebabkan AI mengisi celah secara tidak benar.
Untuk memperbaiki distorsi, tambahkan isyarat kedalaman sederhana.

