Hal tersebut terjadi ketika filamen yang meleleh mengalir di antara garis atau lapisan yang dicetak. Penyebab umumnya termasuk suhu nozzle yang tinggi, retraksi yang tidak mencukupi, atau filamen yang lembab.
- Suhu nozzle tinggi: Menjaga filamen terlalu cair, menyebabkan tetesan saat nozzle bergerak. - Retraksi tidak memadai: Printer tidak menarik filamen kembali cukup jauh, menyebabkan oozing antar cetakan. - Filamen lembab: Air yang terperangkap berubah menjadi uap, mendorong filamen keluar secara tidak sengaja.
Untuk memperbaikinya, turunkan suhu nozzle sebesar 5-10°C, tingkatkan jarak retraksi sebesar 1-2mm, atau keringkan filamen (seperti PLA/PETG) dalam dehidrator selama 4-6 jam.

