Seorang pemodel 3D dan seorang animator memiliki hubungan kolaboratif dan sekuensial dalam proses produksi 3D, dengan masing-masing peran memungkinkan yang lainnya untuk menciptakan konten dinamis.
- **Peran Modeler**: Membuat aset 3D statis (karakter, objek, lingkungan) dengan membangun geometri terperinci, menerapkan tekstur, dan memastikan kesiapan struktural (misalnya, topologi yang bersih) untuk mendukung animasi. - **Peran Animator**: Mengambil aset statis ini dan menambahkan gerakan, ekspresi, dan performa melalui rigging, keyframing, atau motion capture, mengubah model menjadi elemen yang hidup dan dinamis.
Ketergantungan timbal balik mereka sangat penting. Para modeler meletakkan fondasinya, dan para animator menghidupkannya, memastikan alur kerja produksi yang lancar.

