Proses menciptakan model 3D untuk visualisasi arsitektur umumnya melibatkan empat tahap utama: persiapan data desain, pemodelan 3D, detailing, dan rendering. Pertama, kumpulkan dan atur data arsitektur seperti cetak biru, file CAD, atau sketsa untuk memperjelas dimensi, tata letak, dan maksud desain. Kedua, gunakan perangkat lunak (misalnya, SketchUp, 3ds Max) untuk mengubah data 2D menjadi geometri 3D, membangun struktur dasar seperti dinding, atap, dan lantai. Ketiga, tingkatkan realisme dengan menambahkan tekstur, bahan (kayu, beton), dan pencahayaan untuk mensimulasikan lingkungan dan efek visual dunia nyata. Terakhir, render model menjadi gambar atau animasi berkualitas tinggi melalui alat seperti V-Ray atau Enscape untuk menyajikan visi arsitektur akhir. Alur kerja langkah demi langkah ini memastikan model 3D yang akurat dan menarik secara visual, yang secara efektif menunjukkan desain yang diinginkan.

