Model 3D sketsa dirancang secara manual oleh seniman menggunakan perangkat lunak (misalnya, Blender), sedangkan model 3D fotogrametri dihasilkan secara algoritmik dari beberapa foto objek fisik. Model sketsa mengandalkan kreativitas manusia untuk desain kustom atau imajiner (seperti karakter game), sedangkan model fotogrametri unggul dalam mereplikasi hal-hal nyata secara akurat dan realistis (seperti monumen) dengan menggabungkan data foto. Gunakan pemodelan sketsa untuk ide-ide orisinal; untuk mereplikasi item nyata, cobalah alat fotogrametri yang mudah digunakan seperti Meshroom untuk hasil yang sederhana dan tepat.

