Untuk mengatur model 3D di ruang 3D, impor model tersebut ke perangkat lunak 3D (misalnya, Blender, Maya) dan sesuaikan properti transformasi intinya: posisi, rotasi, dan skala, agar dapat menempatkannya secara akurat. Posisi menggerakkan model di sepanjang sumbu X/Y/Z, rotasi mengubah orientasinya, dan skala mengubah ukurannya relatif terhadap grid perangkat lunak atau objek lain; sebagian besar alat menggunakan gizmos visual (sumbu seret-dan-jatuhkan) atau input numerik untuk presisi. Jika Anda baru mengenalnya, cobalah Blender (gratis). Tata letak defaultnya menunjukkan gizmos transformasi di sebelah kiri, sehingga Anda dapat menyeret sumbu untuk menggerakkan model dan melihat bagaimana model tersebut cocok di ruang 3D secara real time.

