Menggabungkan pemodelan prosedural dengan pahatan 3D tradisional dalam sebuah proyek biasanya melibatkan penggunaan alat prosedural untuk struktur dasar dan pahatan untuk penyempurnaan detail, menyeimbangkan efisiensi dan presisi.
Pemodelan prosedural unggul dalam menghasilkan elemen berulang atau algoritmik, seperti medan, arsitektur, atau pola kompleks, dengan cepat, meletakkan fondasi proyek dengan input manual minimal.
Kemudian, pahatan tradisional menambahkan fitur organik dan sangat detail seperti wajah karakter, tekstur khusus, atau ketidakrataan permukaan yang unik, memanfaatkan kontrol manual untuk detail yang halus dan realistis.
Sebagai contoh, dalam pengembangan game, alat prosedural mungkin menghasilkan lanskap yang luas, dan pemahatan memperbaikinya dengan formasi batuan unik atau detail vegetasi.
Untuk menyederhanakan alur kerja, pertama-tama identifikasi elemen yang berulang (cocok untuk metode prosedural) vs. detail khusus (lebih baik untuk memahat) untuk mengoptimalkan waktu dan kualitas.

