Tim terdistribusi umumnya meningkatkan biaya koordinasi dalam proyek 3D, didorong oleh keterlambatan komunikasi, inefisiensi kolaborasi, dan hambatan logistik.
Faktor-faktor kunci termasuk: - **Perbedaan zona waktu**: Umpan balik dan pengambilan keputusan yang tertunda, karena anggota tim bekerja dalam jam yang tumpang tindih, memperlambat penyesuaian model 3D secara iteratif. - **Hambatan komunikasi**: Alat berbasis teks atau asinkron membatasi diskusi desain yang bernuansa, meningkatkan risiko ketidakselarasan untuk detail aset 3D. - **Kesenjangan kolaborasi**: Sinkronisasi model secara real-time dan kontrol versi menjadi rumit, seringkali menyebabkan pengerjaan ulang dari file yang ketinggalan zaman.
Tantangan-tantangan ini meningkatkan waktu dan upaya yang dihabiskan untuk penyelarasan, membuat koordinasi lebih mahal daripada di tim yang berlokasi bersama.

