Pemodelan 3D membantu membandingkan kinerja berbagai bahan dalam desain dengan mensimulasikan dan menganalisis perilaku mekanik, termal, atau strukturalnya dalam berbagai kondisi, memungkinkan evaluasi yang efisien sebelum pembuatan prototipe fisik.
Pertama, ini memungkinkan untuk memasukkan sifat-sifat material.
Kedua, simulasi dapat dijalankan untuk menguji kinerja di bawah stres, beban, atau faktor lingkungan, mengungkapkan bagaimana bahan-bahan berperilaku dalam skenario dunia nyata.
Ketiga, ini mempermudah membandingkan bahan dengan kriteria desain seperti daya tahan, berat, atau biaya, membantu mengidentifikasi yang paling cocok dengan cepat.
Pendekatan terstruktur ini menyederhanakan proses perbandingan, menjadikan pemodelan 3D alat utama untuk seleksi material dalam desain.

