Pemodelan 3D mengevaluasi opsi desain produk dengan mensimulasikan sifat fisik, memvisualisasikan desain, dan membandingkan kelayakan dan kinerja, memungkinkan penilaian yang efisien tanpa prototipe fisik. Aplikasi utamanya meliputi: - **Menguji atribut inti**: Mensimulasikan integritas struktural, ergonomi, dan estetika untuk mengidentifikasi cacat sejak dini, mengurangi ketergantungan pada prototipe fisik. - **Mengoptimalkan proses**: Menganalisis penggunaan material dan langkah-langkah perakitan untuk menilai biaya dan kelayakan manufaktur, menyederhanakan iterasi desain. - **Memfasilitasi kolaborasi**: Berbagi model virtual dengan pemangku kepentingan untuk mendapatkan umpan balik, memungkinkan penyesuaian cepat terhadap detail seperti ukuran atau tekstur. Pendekatan ini menghemat waktu dan sumber daya sekaligus memastikan desain memenuhi tujuan fungsional dan estetika.
