Pemodelan 3D menilai kelayakan proposal desain dengan mensimulasikan dan menganalisis faktor-faktor kunci secara visual, memungkinkan deteksi masalah awal dan perbandingan objektif.
- **Simulasi Visual**: Mengubah rencana 2D menjadi model 3D interaktif, membuat tata ruang, proporsi, dan estetika menjadi nyata untuk perbandingan langsung dari proposal. - **Analisis Struktural & Fungsional**: Mensimulasikan kondisi dunia nyata (misalnya, kemampuan menahan beban, kinerja material) untuk menguji integritas struktural dan efisiensi fungsional, memastikan desain memenuhi persyaratan praktis. - **Deteksi Masalah Dini**: Mengidentifikasi konflik.
Dengan mengintegrasikan kemampuan-kemampuan ini, pemodelan 3D membuat penilaian kelayakan menjadi lebih akurat, intuitif, dan efisien untuk evaluasi desain.
