Pemodelan 3D membantu memecahkan masalah untuk sistem teknologi yang kompleks dengan mewakili komponen dan interaksinya secara visual, membuat masalah tersembunyi lebih mudah untuk diidentifikasi, dan mensimulasikan skenario operasional untuk menentukan akar penyebab tanpa pengujian fisik.
Aplikasi utama di berbagai industri meliputi: - Dirgantara: Mensimulasikan aliran udara di sekitar sayap pesawat atau bagian-bagian mesin untuk mendeteksi turbulensi atau masalah efisiensi, mengurangi cacat desain sebelum pembuatan prototipe. - Otomotif: Memodelkan sistem suspensi atau powertrain untuk mensimulasikan stres dalam berbagai kondisi, mengidentifikasi titik-titik aus atau kesenjangan kinerja sejak dini. - Manufaktur: Memvisualisasikan alur kerja jalur perakitan dalam 3D untuk mengidentifikasi kemacetan, mengoptimalkan interaksi mesin, dan merampingkan proses produksi.
Untuk meningkatkan akurasi, mengintegrasikan model 3D dengan alat simulasi.
